WARGA LAMPUNG DI TANGKAP POLISI USAI BOBOL 3 ATM DI GORONTALO

Polres Gorontalo Kota – Warga Dusun Negara Batin, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, berinisial GP (26 Tahun), terpaksa harus berurusan dengan pihak Kepolisian Resort Gorontalo Kota, usai ditangkap Tim Rajawali, karena terbukti menjadi pelaku pembobolan 2 unit mesin ATM di Kota Gorontalo, pada tanggal 17 dan 21 Juli 2020 kemarin.

 

GP ditangkap polisi tepat berada di Kota Malang, usai tim Reskrim Polres Gorontalo Kota, melakukan kordinasi bersama tim Reskrim Polres Kota Malang, sekitar tanggal 27 Juli 2020 kemarin, pasca terjadi kasus pembongkaran 2 mesin ATM Bank Sulutgo.

 

Dalam pers reales yang digelar di Mapolres Gorontalo Kota selasa (04/08/20), aksi pembobolan 2 mesin ATM ini berawal ketika GP melakukan pemantauan perbaikan mesin ATM oleh petugas Bank. Dirinya kemudian memanfaatkan peralatan berupa besi plat dan obeng.

“Awalnya pelaku memantau perbaikan mesin ATM yang rusak oleh petugas bank. Usai diperbaiki, pelaku kemudian menjalankan aksi pembobolan mesin ATM, dengan peralatan berupa besi plat dan obeng,” ujar Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota, AKP Laode Arwansyah, S.I.K

Pengungkapan kasus ini berawal dari diamankannya pacar GP berinisial FD, dari hasil rekaman CCTV yang terpasang di anjungan ATM. Dimana, FD mengaku, dirinya sering diajak pelaku ke ATM, dengan tujuan penarikan uang tunai, ujar Akp Laode

“Awalnya kami mengecek hasil rekaman CCTV di anjungan ATM. Hasilnya, kami kantongi identitas pacar pelaku yang berinisial FD. Dari keterangan FD dirinya sering diajak pelaku ke ATM, dengan tujuan penarikan uang tunai,” tambah Laode Arwansyah.

Lanjutnya, selain mengamankan GP, polisi turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai 2.juta Rupiah, 2 buah besi plat, dan 1 buah obeng plat, yang digunakan pelaku untuk membobol mesin ATM.

 

“Saat ini, seluruh barang bukti sudah kami amankan di Mapolres Gorontalo Kota, termasuk Pelaku. Pelaku kami kenakan pasal 363Ayat 1, Junto Pasal 64 Ayat 1 KUHP, tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman 7 Tahun Penjara,” tutup AKP Laode Arwansyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *